Cari disini

14/10/09

GURU BAHASA JAWA: Alumni jurusan pendidikan bahasa jawa ikip surabaya angakatan 1986

GURU BAHASA JAWA: Alumni jurusan pendidikan bahasa jawa ikip surabaya angakatan 1986

Alumni jurusan pendidikan bahasa jawa ikip surabaya angakatan 1986


Teman-teman mahasiswa sudahkan anda sekarang semua diangkat menjadi PNS, dimanakah berada, Ayo donk mengadakan pertemuan untuk menambah kemapuan dan mengobati rasa kangen yang sudah lama tidak bertemu.
ini foto pada waktu menjadi mahasiswa jurusan pendidikan bahasa jawa angkatan 1986 ikip negeri surabaya sekarang dah berganti nama dengan UNESA

LINDHU.doc

LINDHU, OBAHE BUMI MURKANE GUSTI

Dening: kangprapto

(Kaliputih-Genteng-Banyuwangi, 14-10-2009)

 

Lindhu iku obahe bumi

Ahli geologi lapis bumi menempatkan diri

Para sufi iki murkane GUSTI

Hakekat paring isyarat

Donya punika kathah piala

Ayo padha elinga

Kang KUWASA

 

Manungsa lali kodrate diri

Manembahing GUSTI

Kang MAHA SUCI

Drengki srei ginelar sandhuwure bumi

Golek rejeki kaya ora bakale mati

Dalan salah denliwati

Gawe lara ati sesami

 

Lindu, obahe bumi murkane GUSTI

Pujiku mring HYANG WIDHI

Mugi tinebihna ing bilahi

Ing dinten kawuri

Kang bakal dumadi

Mugi ALLAH nyembadani

Eling urip kang sejati

 

Siti sipat suci

Apa kang tinandur mesthi thukul

Tanah sipat eklas

Apa kang sinangga bakal tinampa

Simpen keras celathu tanpa bayu

Tikel ilate kel ketikel ngucapne awake dhewe

Jenjem tentrem slamet

 

 


Puisi berbahasa Jawa disebut guritan

Puisi merupakan ekspresi ungkapan perasaan yang diwujudkan dengan kata-kata yang singkat padat. perwujudan bwntuk merupakan bagian terluar dari sebuah puisi, sedangkan makna kata yang terajut dalam baris-baris puisi merupakah roh dari sebuah puisi.
Ada amanat yang ingin disampaikan oleh penulis melalui kata-kata.
Keindahan puisi tidak hanya pada wujud luar tetapi juga pada unsur bunyi yang muncul dari tatanan paduan kata serta makna.
butuh kreatifitas dan keberanian untuk mengungkapkan, tulis apa saja yang dipikirkan, dirasakan.
Baca kembali, revisi, untuk menemukan keindahan, nikmati makna untuk menemukan amanatnya
Guritan jawa hanya istilah yang hakekat maknanya sama dengan puisi.
Contoh guritan yang dikarang kangprapto: sabar (sabar ora ana watese), kodrate rikma, rukun, ;lindhu, obahe bumi murkane gusti

04/08/09

Kendala menulis dan membaca huruf jawa bagi siswa smp

Pelajaran bahasa jawa merupakan momok bagi siswa yang identik dengan klasik, kedaluwarsa, ketinggalan jaman. Apalagi kalu sudah memasuki aspek membaca dan menulis yang menggunakan huruf jawa. Hanacaraka identik dengan tulisan lampau yang sudah tidak dikuasi orang jaman sekarang. Padahal huruf-huruf jawa diburu orang sebagai desain klasik yang sangat menonjol dengan identitas jawa dan diwujudkan dalam poster desain kaos, atau barang apa saja yang bisa diaplikasikan.

Berikut ini anda bisa mengetahui kesulitan siswa dalam menulis huruf jawa.
1. Pembelajaran bahasa jawa di sekolah dasar tidak seluruhnya memberi bekal yang cukup minim terutama dalam hafalan bentuk huruf jawa.
Banyak diantara siswa tidak bisa membedakan mana ha, ta, la yang memang karakter hurufnya hampir sama. Huruf na, ka, da, sa, ca, wa, dha merupakan bentuk bentuk kelompok huruf yang juga mirip.
2. Konsintensi bentuk tulisan dalam huruf jawa yang dilihat siswa pada papan tulis tidak konsisten. Guru menulis huruf yang sama dengan goresan/ coretan yang berbeda.
3. Minimnya buku-buku tulisan jawa yang dimiliki siswa sangat terbatas sehingga kadang bentuk rujukan yang salah akan terus menjadi sumber belajar siswa.

Berikut ini merupakan kesulitan membaca huruf jawa yang dialami siswa
1. Bentuk bacaan menggunakan huruf jawa yang terlalu banyak menyebabkan siswa sudah stres trelebih dahulu sebelum memulai membaca.
2. Bentuk tulisan jawa yang menggunakan komputerisasi kadang menyebabkan bentuk tulisan yang berbeda karena sistem otomatisasi komputer, sehingga kadang tidak sesuai dengan yang dimasksudkan.
3. Perbedaan antara huruf yang satu dengan huruf yang lain belum dikuasi siswa sehingga membaca menjadi lambat.
4. Penyambungan huruf dalam kata dan klimat membutuhkan ketekunan, dan kejlian tersendiuri bagi pembaca tulisan jawa untuk bisa menafsirkan tulisan dan mengubah menjadi kata yang bermakna atau kalimat yang bermakna, syarat pembaca harus memiliki kemampuan kosa kata yang cukup

Kesulitan menulis dan membaca ini membutuhkan solusi pemecahan shingga hasil pembeajaran bahasa jawa menjadi lebih baik.