Kabar bagus bagi teman-teman guru bahasa jawa yang mempergunakan buku paket Widya Basa Jawa terbitan erlangga, karena buku tersebut sudah ada kunci jawabannya kelas 9 ini hasil kerja penulis. Bagi teman-teman yang membutuhkan harap menghubungi pada penerbit atau sales yang mengantarkan buku paket terebut, disana sudah dilengkapi dengan perangkatnya. Atau bisa juga menghubungi pada pak rahmat santosa, pengurus mgmp kab. banyuwangi.
Dengan adanya kunci jawaban kelas 8 ini, harapannya tidak ada gangguan pada penggunanaan atau proses pembelajaran, sehingga prestasi siswa bisa lebih meningkat. Tapi perlu diketahui untuk soal-soal yang bersifat tindakan, bapak-ibu guru harus mempersiapkan sendiri kriteria penilaiannya karena berbentuk unjuk kerja maupun karya.
Kalau ada kesulitan, diharapkan segera menghubungi pengurus mgmp, dengan harapan pengurus bisa membantu membertikan solusi.
semoga berhasil...
Cari disini
Tampilkan postingan dengan label pelajaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pelajaran. Tampilkan semua postingan
04/08/10
04/08/09
Kendala menulis dan membaca huruf jawa bagi siswa smp
Pelajaran bahasa jawa merupakan momok bagi siswa yang identik dengan klasik, kedaluwarsa, ketinggalan jaman. Apalagi kalu sudah memasuki aspek membaca dan menulis yang menggunakan huruf jawa. Hanacaraka identik dengan tulisan lampau yang sudah tidak dikuasi orang jaman sekarang. Padahal huruf-huruf jawa diburu orang sebagai desain klasik yang sangat menonjol dengan identitas jawa dan diwujudkan dalam poster desain kaos, atau barang apa saja yang bisa diaplikasikan.
Berikut ini anda bisa mengetahui kesulitan siswa dalam menulis huruf jawa.
1. Pembelajaran bahasa jawa di sekolah dasar tidak seluruhnya memberi bekal yang cukup minim terutama dalam hafalan bentuk huruf jawa.
Banyak diantara siswa tidak bisa membedakan mana ha, ta, la yang memang karakter hurufnya hampir sama. Huruf na, ka, da, sa, ca, wa, dha merupakan bentuk bentuk kelompok huruf yang juga mirip.
2. Konsintensi bentuk tulisan dalam huruf jawa yang dilihat siswa pada papan tulis tidak konsisten. Guru menulis huruf yang sama dengan goresan/ coretan yang berbeda.
3. Minimnya buku-buku tulisan jawa yang dimiliki siswa sangat terbatas sehingga kadang bentuk rujukan yang salah akan terus menjadi sumber belajar siswa.
Berikut ini merupakan kesulitan membaca huruf jawa yang dialami siswa
1. Bentuk bacaan menggunakan huruf jawa yang terlalu banyak menyebabkan siswa sudah stres trelebih dahulu sebelum memulai membaca.
2. Bentuk tulisan jawa yang menggunakan komputerisasi kadang menyebabkan bentuk tulisan yang berbeda karena sistem otomatisasi komputer, sehingga kadang tidak sesuai dengan yang dimasksudkan.
3. Perbedaan antara huruf yang satu dengan huruf yang lain belum dikuasi siswa sehingga membaca menjadi lambat.
4. Penyambungan huruf dalam kata dan klimat membutuhkan ketekunan, dan kejlian tersendiuri bagi pembaca tulisan jawa untuk bisa menafsirkan tulisan dan mengubah menjadi kata yang bermakna atau kalimat yang bermakna, syarat pembaca harus memiliki kemampuan kosa kata yang cukup
Kesulitan menulis dan membaca ini membutuhkan solusi pemecahan shingga hasil pembeajaran bahasa jawa menjadi lebih baik.
Berikut ini anda bisa mengetahui kesulitan siswa dalam menulis huruf jawa.
1. Pembelajaran bahasa jawa di sekolah dasar tidak seluruhnya memberi bekal yang cukup minim terutama dalam hafalan bentuk huruf jawa.
Banyak diantara siswa tidak bisa membedakan mana ha, ta, la yang memang karakter hurufnya hampir sama. Huruf na, ka, da, sa, ca, wa, dha merupakan bentuk bentuk kelompok huruf yang juga mirip.
2. Konsintensi bentuk tulisan dalam huruf jawa yang dilihat siswa pada papan tulis tidak konsisten. Guru menulis huruf yang sama dengan goresan/ coretan yang berbeda.
3. Minimnya buku-buku tulisan jawa yang dimiliki siswa sangat terbatas sehingga kadang bentuk rujukan yang salah akan terus menjadi sumber belajar siswa.
Berikut ini merupakan kesulitan membaca huruf jawa yang dialami siswa
1. Bentuk bacaan menggunakan huruf jawa yang terlalu banyak menyebabkan siswa sudah stres trelebih dahulu sebelum memulai membaca.
2. Bentuk tulisan jawa yang menggunakan komputerisasi kadang menyebabkan bentuk tulisan yang berbeda karena sistem otomatisasi komputer, sehingga kadang tidak sesuai dengan yang dimasksudkan.
3. Perbedaan antara huruf yang satu dengan huruf yang lain belum dikuasi siswa sehingga membaca menjadi lambat.
4. Penyambungan huruf dalam kata dan klimat membutuhkan ketekunan, dan kejlian tersendiuri bagi pembaca tulisan jawa untuk bisa menafsirkan tulisan dan mengubah menjadi kata yang bermakna atau kalimat yang bermakna, syarat pembaca harus memiliki kemampuan kosa kata yang cukup
Kesulitan menulis dan membaca ini membutuhkan solusi pemecahan shingga hasil pembeajaran bahasa jawa menjadi lebih baik.
16/07/09
TATKALA AKAL TIDAK MENJANGKAU
Semburan lumpur lapindo porong sidoarjo sudah kurang lebih tiga tahun berlangsung, tiada tanda-tanda berhenti malah semakin menunjukkan kepada kondisi liar yang sudah tidak masuk akal, semburan baru ada dimana-mana, penurunan tanah mulai nampak semakin jelas kurang lebih sekitar delapan meter terjadi di tapak siring barat. Berita ini baru saya dengar dari stasiun televisi sctv pada jam 14.30 wib. Sebagai warga negara Indonesia yang jauh berada di banyuwangi merasakan bagaimana sengsara kehidupan para warga yang terkena dampak lumpur sidoarjo, kehidupan yang tenteram nyaman diidam-idamkan ternyata harus hilang harapan begitu saja. Kondisi alam yang sedemikian murka menandakan sebuah hukuman yang harus diterima meskipun kadang tidak tahu akan kesalahan yang telah diperbuat sebagai warga negara.
Sebagai guru saya melihat hikmah yang cukup besar bagi warga lain yang tidak terkena musibah. masyarakat sidoarjo harus segera berserahdiri kepada allah bertawakal atas musibah yang terjadi. Pemerintah yang bertanggungjawab atas warga negaranya segera mengambil tindakan. kalau toh selama ini bpls dengan penanganan tanggul sudah tidak mampu lagi untuk diharapkan apakah tidak ada cara lain selain teknik yang sudah canggih untuk diterapkan. Kalau memang tidak ada, satu-satunya jalan memang harus diserahkan kepada allah, dengan perantaraan orang-orang yang memiliki supranatural, yang memiliki jiwa bersih dan kedekatan dengan allah untuk bisa memohon petunjuk sekaligus menyelesaikannya.
Ini mungkin jalan praktis yang harus ditempuh oleh pemerintah yang penting semburan lumpur bisa selesai berapapun biayanya yang harus ditanggung, daripada menimbulkan efek yang lebih besar dengan kerugian yang semakin banyak yang tidak terhitung lagi jumlahnya. misalnya sampai pada bilangan Milyard ataupun Triliun, yengpenting masyarakat kembali bisa hidup tentram dan nyaman, lingkungan sebagai anugerah tuhan bisa digunakan kembali untuk kehidupan yang normal.
Pemerintah perlu belajar, masyarakat perlu belajar, perorangan perlu belajar, bahwa allah menciptakan manusia untuk selalu berbuat baik, bukan sebaliknya. baik secara individu maupun kolektif. Segera sadari kesalahan, kembali belajar tidak hanya dari buku, pengalaman, dari alam dan isinya sebagai sumber belajar.
Sebagai guru saya melihat hikmah yang cukup besar bagi warga lain yang tidak terkena musibah. masyarakat sidoarjo harus segera berserahdiri kepada allah bertawakal atas musibah yang terjadi. Pemerintah yang bertanggungjawab atas warga negaranya segera mengambil tindakan. kalau toh selama ini bpls dengan penanganan tanggul sudah tidak mampu lagi untuk diharapkan apakah tidak ada cara lain selain teknik yang sudah canggih untuk diterapkan. Kalau memang tidak ada, satu-satunya jalan memang harus diserahkan kepada allah, dengan perantaraan orang-orang yang memiliki supranatural, yang memiliki jiwa bersih dan kedekatan dengan allah untuk bisa memohon petunjuk sekaligus menyelesaikannya.
Ini mungkin jalan praktis yang harus ditempuh oleh pemerintah yang penting semburan lumpur bisa selesai berapapun biayanya yang harus ditanggung, daripada menimbulkan efek yang lebih besar dengan kerugian yang semakin banyak yang tidak terhitung lagi jumlahnya. misalnya sampai pada bilangan Milyard ataupun Triliun, yengpenting masyarakat kembali bisa hidup tentram dan nyaman, lingkungan sebagai anugerah tuhan bisa digunakan kembali untuk kehidupan yang normal.
Pemerintah perlu belajar, masyarakat perlu belajar, perorangan perlu belajar, bahwa allah menciptakan manusia untuk selalu berbuat baik, bukan sebaliknya. baik secara individu maupun kolektif. Segera sadari kesalahan, kembali belajar tidak hanya dari buku, pengalaman, dari alam dan isinya sebagai sumber belajar.
Langganan:
Postingan (Atom)